Selasa, 19 April 2011

it's time to refreshing

ArchitectTour 
16-17 April 2011 

Bosen gambar di studio? it's time to refreshing

Kali ini untuk mempererat rasa kekeluargaan Mahasiswa Arsitektur Universitas Pancasila, kita mengadakan touring sepeda motor ke kawasan Gunung Gede, Jawa Barat. Selain untuk mempererat keluarga besar mahasiswa arsitektur, acara ini juga sebagai ajang pelepasan penat dengan rutinitas menggambar di studio yang ngk putus-putus selama satu semester.



Touring diikuti 36 mahasiswa arsitektur yang berasal dari lintas angkatan baik cewe maupun cowo. Peserta start dari kampus pukul 22.00 WIB, selama perjalan kita menerapkan safety riding, biar santai asal selamat. maka jangan heran kita sampe di villa minggu pagi jam 04.00 WIB


nampaknya mereka sedang mencari Inspirasi di hutan hijau (:hammer).

Disini ngk ada yang namanya pensil, laptop, diedline, drawing pen, dosen dan segala macem perlengkapan studio. Yang ada pohon, aliran air, suara burung, udara segar << it's free. 180 derajat dari suasana di Jakarta




lumayan jalan hampir 3 KM dari lokasi vilaa ke curug cibeureum di kaki gunung gede, dan diakumulasiin kita jalan 6 KM villa-curug-villa. Bener-bener wisata go green dah pokoknya!


it's a wonderful place "Curug Cibereum"

Senin, 04 April 2011

Visualizer | Museum Seni Musik

Arsip "Studio Perancangan Arsitektur 4"
Dosen : Bpk. Ir. Ismail Akbar
Judul tugas : Studio Seni Musik

Tema : Visualizer
Visualizer sendiri merupakan bentuk visual dari pergerakan musik yang mampu
menggambarkan emosi bermusik ke dalam wujud visual yang dinamis. Penjiwaan terhadap nuansa musik ditampilkan dalam bentuk visualizer. Selain mewakili fungsi bangunan yang merupakan Museum Seni Musik, juga diharapkan mampu membawa emosi pengunjung dalam menikmati perjalanan seni musik dan perfilman dengan penjiwaan yang lebih dalam.

Dengan visulizer penjiwaan terhadap irama bunyi akan semakin mendalam. Membawa lebih jauh imajinasi siapa saja yang melihatnya ke dalam Irama musik yang sedang didengarnya. Dimana pada saat seseorang melihat visualize ini, ia tidak hanya menikmati irama bunyi tersebut melalui indera pendengarannya saja, namun mampu melihat dan  bagaimana pergerakan irama bunyi secara lebih detail.
Konsep dari visualize ini kemudian diaplikasikan pada bangunan Museum Seni Musik yang saya desain. Museum ini diharapkan mampu memberikan penjiwaan yang lebih dalam bagi siapa saja pengunjung ketika menikmati benda-benda yang menggambarkan perjanan seni bermusik.
 


Pola abstrak yang menjadi ciri dari tampilan Visualizer kemudian diaplikasikan pula ke dalam desain bangunan. Seluruh komponen desain pada bangunan museum ini merupakan eksplorasi dari bentuk-bentuk abstrak. Sedangkan bentuk massa bangunan Museum Seni Musik ini apabila dilihat dari denah, saya buat lebih menyesuikan terhadap kondasi lahan (terkait dengan bentuk tapak).
 
Tampak selatan sebagai tampak depan bangunan Museum ini. Kerangka baja yang membentuk kulit dengan ciri khas visualizer yang abstrak pada tampak bangunan menunjukan jiwa atraktif dari sebuah seni musik.
Tampil sebagai sesuatu yang menarik dengan lengkungan-lengkungan yang menunjukan penjiwaan dan aliran irama dari pergerakan musik dimaksudkan juga sebagai eye catcher untuk menarik perhatian siapa saja yang melintas di depan bangunan tersebut. 




Untuk memperkuat kesan tampak terhadap fungsi sebagai Museum Seni Musik pada bagian entrance terdapat layar besar yang menampilkan pergerakan visualize secara berkelanjutan. Selain itu juga, terdapat patung-patung dari musisi legendaries untuk mempertegas entrance. 




Lanjut besok ya sharenya :D....

Jumping terheboh arsitek'07

Perhatikan wajahnya baik-baik ! (click on ^this picture)

Coretan konsep di tongkrongan

Circulation Concept | Tampak tapi tersembunyi
Noise concept | Feel on Mosque Vibration
Vegetation Concept | Hijau itu potensi (to preserve)

Kamis, 18 November 2010

ketika "hula hoops" jadi bagian dalam arsitektur

Seger juga nih ide dari Yes We Can Architecture London, Hula hoops yang biasa dipake ade gw buat goyang perut disulap menjadi elemen arsitektur yang sangat merevitalisasi  halaman bangunan 18th century Hotel d’Aurès music school. 

Just a hula hoops? Merubah image yang tua menjadi muda, yang serem menjadi eye catcher.



Dibuat sebagai bagian dari Festival des Arsitektur Vives: :In(Side)Out in Montpellier, Perancis. 300 hula hoop digunakan dalam instalasi, yang disebut Qui est "dalam", Qui est "keluar" yang terinspirasi dari sebuah lagu Serge Gainsbourg. Struktur monster hula hoops ini terbuat dari 300 hula hoop hijau terang yang dihubungkan dengan klip plastik, memaksakan bentuk kontras organik di dalam suatu halaman abad ke-18.  Berasa muda lagi ni bangunan.




Monster hula hoops ini dirakit oleh tim 4 orang dalam 2 hari. 

Segernya kalau buat yang seperti ini di festival kota tua, Jakarta. :D




Beijing Airport

 
Bandar Udara Internasional Beijing, Beijing.
Konsultan Arsitek : Foster & Partners.

Bandara Internasional Beijing, dirancang oleh Foster & Partners. Dibuka pada akhir tahun 2007, yang bertepatan dengan ulang tahun China yang ke-50 serta untuk menyambut Olimpiade Beijing tahun 2008.

Bangunan ini dirancang untuk menampung 43 juta penumpang per tahun pada awalnya dan 55 juta pada 2015, angka yang mungkin akan mendorong fasilitas baru ke dalam jajaran top 10 bandara tersibuk di dunia. Mengingat skala dan lalu lintas, Foster & Partners memfokuskan pada pengalamannya ketika berada di bandara, dan memastikan untuk menciptakan suatu disain dimana pengunjung hanya berjalan jarak pendek.


Berdasar pengalaman Foster merancang Hong Kong's new mega-airport, the massive Chek Lap Kok, the sprawling Beijing yang selalu menempatkan gubahan masa tunggal di bawah satu atap. Untuk membantu penumpang membedakan antara bagian yang berbeda dari ruang yang luas, dibuat skylight cast dengan berbagai nuansa cahaya kuning dan merah di dinding serta alat bantu navigasi halus namun inovatif. Arsitek juga berfikir sustainable dimana menciptakan Sebuah sistem kontrol lingkungan-mengurangi emisi karbon, dan skylight terletak pada sumbu selatan-timur mengurangi panas matahari, menjaga dingin bangunan.





Diselesaikan lebih cepat dari jadwal untuk Olimpiade 2008 hanya dalam jangka waktu 4 tahun, Beijing Airport dirancang untuk menjadi pintu gerbang ke Beijing untuk para atlet dari seluruh dunia. Bentuk atap yang aerodinamis dengan bentuk seperti naga yang merayakan penerbangan. Dominasi nuansa dari merah, oranye dan kuning warna interior membangkitkan tradisional Cina.





Norman Foster: "Terminal baru ini adalah bangunan bandara terbesar dan paling maju di dunia - sebuah perayaan sensasi dan puisi penerbangan.

"Sebuah pintu gerbang ke Beijing, itu mengkomunikasikan rasa yang unik pada tempatnya, bentuknya naga seperti membangkitkan warna dan symbol
 tradisional Cina."